Dinkes Kota Yogya Waspadai DBD

Lorem ipsum dolor sit amet,sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, At vero eos et accusam et justo duo dolores et ea rebum. Lorem ipsum dolor sit amet, no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. Stet clita kasd gubergren, no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. sed diam voluptua.

Menjelang musim hujan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mewaspadai penyakit DBD. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta,  Endang Sri Rahayu mengatakan kasus DBD di Kota Yogyakarta mengalami peningkatan yang signifikan.

 

Tahun 2018, tercatat 113 kasus DBD, sementara data Januari hingga Oktober melonjak drastis menjadi 450 kasus. “Kalau penyakit yang harus diwaspadai saat musim hujan itu ada beberapa, seperti leptosirosis, ISPA dan diare itu selalu ada, dan DBD malah menjadi yang utama, karena endemik. Ya meskipun tidak sampai kejadian luar biasa (KLB), tetapi harus kita waspadai,” katanya, Selasa (5/11/2019).

 

Menurut dia, peningkatan kasus DBD tidak hanya terjadi di Kota Yogyakarta tetapi bisa jadi seluruh Indonesia. “Trennya memang begitu, ada yang tiga tahunan ada yang lima tahunan. Biasanya kalau sudah turun, nanti akan naik lagi. Kasus di kota ini kan dibanding tahun lalu naik hampir 4 kali lipat,” sambungnya. Ia memperkirakan kasus DBD bisa bertambah. Untuk itu, Dinkes Kota Yogyakarta¬†mengimbau masyrakat untuk rutin melaksanakan kerja bakti.

 

Menurut dia, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menjadi langkah yang paling efektif untuk mencegah hidupnya jentik-jentik. Untuk melakukan PSN, ada beberapa titik rawan yang menjadi rumah idaman nyamuk.

 

Rumah idaman nyamuk tersebut antara lain bak mandi, tempat terbuka yang bisa terkena air, mainan di luar rumah,bambu, bawah dispenser, bawah kulkas, tempat minum hewan, talang, dan lain-lain.

 

“Untuk memberantas bukan hanya dari tenaga kesehatan saja, tetapi juga masyarakat. Untuk pengendalian, PSN adalah paling efektif. Yang bisa dilakukan adalah dengan kerja bakti secara rutin, terutama di rumah idaman nyamuk,” ujarnya. Endang menambahkan, masyarakat juga perlu waspada jika mengalami panas tinggi mendadak, pusing, nyeri otot, mual muntah, bahkan jika sampai mimisan.

 

Itu merupakan gejala DBD. Untuk itu, masyarakat harus segera melakukan pemeriksaan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. (TRIBUNJOGJA.COM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *