“Building Information Modelling” Tema Besar Foreng 10

Lorem ipsum dolor sit amet,sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, At vero eos et accusam et justo duo dolores et ea rebum. Lorem ipsum dolor sit amet, no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. Stet clita kasd gubergren, no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. sed diam voluptua.

Pada 10 tahun penyelenggaraan Forum Engineering  (Foreng 10), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mengangkat Building Inormation Modelling (BIM) sebagai tema besar utamanya. Ketua Pelaksana Foreng 10 untuk BIM Hendrico mengatakan, dengan BIM, subjek yang terlibat dalam suatu proyek dapat bekerja secara kolaboratif. Selain itu, juga dapat mengoptimalkan produktifitas sumber daya manusia (SDM), sehingga kegiatan proyek dapat berjalan dengan cepat, tepat, akurat, efektif dan efisien selama proses umur siklus bangunan. “SBIM juga membuat efisiensi yang sangat signifikan dari sisi kalkulasi biaya dan waktu pelaksanaan proyek, karena data desain (pra-konstruksi) menjadi sangat detail dan akurat dibandingkan cara hitung konvensional,” tambah Hendrico, Selasa (12/11/2019). Apa yang disampaikan oleh pihak WIKA tersebut bukanlah tanpa sebab. Pada acara kompetisi infrastruktur global tahunan bergengsi yang berlangsung 21-24 Oktober 2019, perseroan menjadi juara pertama dalam ajang International Year in Infrastructure 2019.

Apa yang disampaikan oleh pihak WIKA tersebut bukanlah tanpa sebab. Pada acara kompetisi infrastruktur global tahunan bergengsi yang berlangsung 21-24 Oktober 2019, perseroan menjadi juara pertama dalam ajang International Year in Infrastructure 2019. WIKA diwakili oleh Fery Safaria dan Rizky Yusuf Ramadhan memaparkan tentang Proyek Design and Build Harbour Road ini memiliki kompleksitas, konsistensi dan keberlanjutan inovasi, efisiensi serta kemandirian BIM yang yang dapat mengembangkan solusi.

 

WIKA mengungguli 2 finalis dari Italia, Italfer S.p.A dan Shenzen Municipal Design & Research Institute, co, Ltd., dari China. Sebagai informasi, ajang International Year of Infrastructure 2019 ini diikuti oleh 60 negara di dunia, 440 organisasi dan 571 nominasi proyek. Prestasi juara 1 yang ditorehkan WIKA pada ajang International Year in Infrastructure 2019 adalah kali kedua dalam dua tahun terakhir. Pada ajang yang berlangsung di Inggris tahun 2018 lalu, WIKA juga menjadi perwakilan pertama Indonesia yang berhasil masuk nominasi sekaligus tampil sebagai pemenang kategori Environmental Engineering untuk penerapan BIM di proyek perencanaan penanggulangan bencana longsor di Bogor serta kategori Bridges untuk penerapannya pada proyek pembangunan flyover di Teluk Lamong. Perusahaan global, Bentley juga menunjukkan bahwa BIM saat ini telah memainkan peran penting bagi keberhasilan proyek WIKA. Dan penerapannya terbukti mampu memberikan perencanaan yang akurat dan menghasilkan efisiensi dari segi waktu pengerjaan maupun biaya.

Sumber (KOMPAS.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *