5 destinasi wisata di Yogyakarta

Siapa sih yang tak mengenal Jogja? Kota yang serba istimewa ini selalu bikin rindu siapa saja yang pernah ke sana.

Tiap sudutnya memiliki sejuta kenangan, ntah dari kulinernya, tempat wisatanya, hingga kehangatan warganya. Beragam wisata tersedia di Kota Gudeg ini, mulai dari yang bertema alam, tradisional, sampai kekinian.

Provinsi Yogyakarta memiliki 4 kabupaten dan 1 kota yaitu Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunung Kidul, dan Kulonprogo. Tiap kabupaten menawarkan kekhasan wisata yang tidak dimiliki kabupaten lainnya.

Berikut ini 5 destinasi wisata di Yogyakarta yang wajib Anda kunjungi:

1. Jalan Malioboro

Jalan Malioboro merupakan salah satu jalan paling populer di Yogya. Selain berada di jantung kota, Malioboro menjadi cukup dikenal karena cerita sejarah yang menyertainya.

Malioboro terus berkembang hingga saat ini. Dengan tetap mempertahankan konsep aslinya dahulu, Malioboro jadi pusat kehidupan masyarakat Yogya. Tempat-tempat strategis seperti Kantor Gubernur DIY, Gedung DPRD DIY, Pasar Induk Beringharjo hingga Istana Presiden Gedung Agung juga berada di kawasan ini.

Pemerintah setempat kini terus melakukan perbaikan untuk menata Malioboro menjadi kawasan yang nyaman untuk disinggahi. Awal tahun 2016 ini pemerintah telah berhasil mensterilkan parkir kendaraan dari Malioboro dan tengah menata kawasan ini di sisi timur untuk pedestrian. Warung-warung lesehan hingga saat ini masih dipertahankan untuk mempertahankan ciri khas Malioboro.

2. Titik 0 Kilometer

Titik Nol Kilometer menjadi tempat wajib bagi kamu yang memilih menghabiskan liburan di Yogyakarta. Berada tepat di jantung kota Jogja, kawasan ini selalu ramai dilewati orang setiap harinya. Mulai dari subuh, pagi, siang, malam, hingga dini hari. Titik Nol Kilometer adalah denyut nadi Jogja.

Mengunjungi Titik Nol Kilometer akan membawamu ke Yogyakarta di masa lalu. Pasalnya kawasan di sekitar Titik Nol Kilometer merupakan kawasan penting pada masa lalu hingga kini. Di perempatan ini terdapat bagunan-bangunan bergaya art deco yang menjadi landmark, sebut saja gedung Bank Indonesia, Gedung Bank Indonesia, dan Gedung Kantor Pos Besar.

Selain dikelilingi bangunan-bangunan indis yang megah, di kawasan Titik Nol Kilometer juga terdapat area hijau dengan pepohonan yang rindang serta bangku-bangku taman yang unik.

Aneka instalasi seni yang dipasang di kawasan Titik Nol Kilometer ini menjadikan suasana semakin semarak. Saat senja menjelang, kawasan ini akan dipenuhi oleh muda-mudi dan warga yang menikmati suasana Jogja.

Pemusik dan penyanyi jalanan siap menghiburmu tatkala malam tiba. Sembari bersantai, kamu pun bisa menikmati aneka penganan yang dijajakan oleh pedagang kaki lima.

3. Museum Benteng Vredeburg

Salah satu wisata bersejarah yang tak jauh dari Jalan Malioboro adalah Benteng Vredeburg. Dahulu benteng ini dibangun oleh Pemerintahan Belanda pada tahun 1765.

Benteng yang dikelilingi dengan parit ini tadinya berfungsi sebagai tempat pertahanan Pemerintah Belanda dari serangan Kraton Yogyakarta.

Menjadi saksi bisu Perjanjian Gianti, Benteng Vredeburg ini sekarang dialihfungsikan menjadi museum yang menyimpan benda dan kisah bersejarah.

Kisah bersejarah yang disampaikan dikemas dalam bentuk diorama agar pengunjung dapat memahami gambaran dari kisah tersebut.

Museum Benteng Vredeburg ini memiliki luas kurang lebih 2100 meter persegi. Terdapat pula banyak sudut Instagramable di Museum Benteng Vredeburg ini.

Tempatnya yang begitu lapang dan bersih, membuat museum ini hampir tak pernah sepi pengunjung.

4. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta tak akan lengkap jika melewatkan kunjungan ke kediaman milik sang raja yaitu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang sering disebut sebagai Keraton Yogyakarta. Sampai saat ini kompleks bangunan keraton masih berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga raja.

Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri dipimpin oleh Raja Sri Sultan Hamengkubuwana X selaku raja di lingkup adat sekaligus Gubernur dalam tataran pemerintahan. Walaupun bertajuk sebagai sebuah istana, namun Keraton Yogyakarta sendiri merupakan sebuah museum sejarah dan budaya yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Istana ini dipercaya terhubung garis lurus dengan Gunung Merapi dan Pantai Selatan dalam sebuah garis imajiner.

Berlokasi di selatan Nol Kilometer, Anda dapat menempuh perjalanan yang kurang dari 1 kilometer untuk sampai di Keraton Yogyakarta.

Berwisata bukan hanya tentang pemuasan kesenangan pribadi semata. Selalu ada pelajaran berupa pengetahuan maupun moral yang dapat dipetik dalam setiap jarak yang telah ditempuh.

Berkunjung ke Keraton Yogyakarta, misalnya. Anda dapat mempelajari arti dedikasi melalui sikap para abdi dalem. Selain itu, tentunya Anda juga dapat mengerti dan menghargai berbagai macam peninggalan sejarah serta budaya jawa.

5. Tugu Yogyakarta

Tugu Yogyakarta dalam sejarahnya mempunyai nama lain Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih. Tugu Yogyakarta bukanlah tugu biasa, melainkan tugu yang memiliki mitos dan makna dengan sejarah panjang yang menyertainya.

Sehingga menjadi ikon istimewa yang dimiliki oleh Kota Yogyakarta. Tugu Yogyakarta dibangun pada tahun 1755 oleh pangeran Raden Mas Sujana atau Sri Sultan Hamengkubuwono pertama sebagai peringat persatuan raja dan rakyat dalam melawan Belanda saat itu.

Ada pepatah yang bilang bahwa mengunjungi Jogja tidak afdol jika tidak mengunjungi Tugu Jogja. Tampaknya pepatah itu manjur karena setiap hari terutama pada malam hari banyak para wisatawan dari luar daerah untuk menyempatkan diri mengunjungi Tugu Jogja yang terletak di jantung kota Yogyakarta ini.

Tugu Jogja ini menjadi salah satu pusat wisata malam selain Malioboro dan Kawasan titik 0 kilometer, karena disini para wisatawan bisa melakukan foto dengan latar belakang Tugu Jogja, atau sekedar dudukan di taman yang disediakan.

Selain itu juga banyak kuliner di sekitar kawasan Tugu Jogja, mulai dari Gudeg, Kafe, Angkringan, ataupun sekedar minuman ringan semuanya ada disini.

Apabila anda ingin ke kawasan Tugu Jogja paling tepat adalah malam hari, ketika cuaca sudah tidak panas dan kendaraan lebih lengang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *